Saat kamu merasa sedih,
Ingat bahwa kamu punya orang-orang yang menyanyangimu lebih dari aku
Saat kamu merasa lelah,
Ingat bahwa kamu punya orang-orang yang bersedia meminjamkan pundaknya untukmu bersandar
Saat kamu merasa marah,
Ingat bahwa kamu punya orang-orang yang bisa mengajarimu arti memaafkan
Saat kamu tertawa,
Ingat bahwa kamu punya orang-orang yang bahagia melihat senyum itu
Saat kamu membutuhkanku,
Ingat bahwa aku akan tetap di sini
Seperti kemarin.
Pagi memang datang untuk pergi. Tapi ia tak pernah lupa untuk kembali esok hari. Semua cinta, rasa, sedih, tangis, luka dan tawa ini ada sejak kehadirannya. Betapa ia berarti untukku, betapa kehadirannya telah merubah semua rencana hidupku. Terima kasih pagi atas warna-warni yang telah tercipta.
Minggu, 10 Mei 2015
Selasa, 05 Mei 2015
Menangis
Aku lupa, sejak kapan aku bersahabat dengan kesepian
Aku tak tahu bagaimana lagi cara tersenyum dan tertawa
Aku bahkan lupa bagaimana indahnya bahagia
Aku merasa tak ada lagi hal indah di dunia ini yang bisa membuatku bahagia
Aku sudah kehilangan semuanya
Kehilangan cinta yang selama ini menjadi penyangga hatiku
Kehilangan hati yang selama ini selalu meleburkan sedih dan marahku
Kehilangan mata yang selama ini menatapku hangat
Kehilangan senyum yang selama ini mengobati rinduku
Kehilangan masa yang selama ini menjadi akhir penantianku
Semua pergi bersama langkah kakimu yang menjauh
Meninggalkanku terpuruk dalam ketidak mampuan untuk bertahan
Kunang-kunang yang biasa memijari langit pun hilang
Hanya ada aku,
Ditemani air mata, penyesalan, dan luka.
Aku tak tahu bagaimana lagi cara tersenyum dan tertawa
Aku bahkan lupa bagaimana indahnya bahagia
Aku merasa tak ada lagi hal indah di dunia ini yang bisa membuatku bahagia
Aku sudah kehilangan semuanya
Kehilangan cinta yang selama ini menjadi penyangga hatiku
Kehilangan hati yang selama ini selalu meleburkan sedih dan marahku
Kehilangan mata yang selama ini menatapku hangat
Kehilangan senyum yang selama ini mengobati rinduku
Kehilangan masa yang selama ini menjadi akhir penantianku
Semua pergi bersama langkah kakimu yang menjauh
Meninggalkanku terpuruk dalam ketidak mampuan untuk bertahan
Kunang-kunang yang biasa memijari langit pun hilang
Hanya ada aku,
Ditemani air mata, penyesalan, dan luka.
Langganan:
Komentar (Atom)