Pagi, aku sudah kehabisan cara
Bagaimana mengusirmu dari hatiku
Aku tak pernah dapat membuangmu
Dari hati dan pikiran ini
Walau aku tau, bahwa kita tak akan bersatu
Pagi, aku lelah menunggu waktu
Dimana aku bisa mencintaimu
Dengan caraku sendiri
Aku tak mau lagi menanti cinta
Yang aku sendiri tak tau apa cinta itu akan memilihku
Pagi, bolehkah aku menyerah sekarang?
Agar tak kurasakan lagi perih saat bersamamu
Agar sakit ini tak semakin terasa memilukan
Dan tertoreh lebih dalam.
Pagi memang datang untuk pergi. Tapi ia tak pernah lupa untuk kembali esok hari. Semua cinta, rasa, sedih, tangis, luka dan tawa ini ada sejak kehadirannya. Betapa ia berarti untukku, betapa kehadirannya telah merubah semua rencana hidupku. Terima kasih pagi atas warna-warni yang telah tercipta.