aku,
ketika terjatuh dan tersesat
bagai daun yang terbang terbawa kencangnya angin
kau,
ketika berdiri dan menatap
bagai gunung dengan tangan yang siap menjaga dan memelukku erat
entah mengapa di dekatmu terasa begitu hangat
entah mengapa di dekapmu terasa begitu nyaman
aku bagaikan elang yg memeluk ikan di lautan
menangkapmu dengan cakarku agar kau tak bisa lepas
kau bagaikan morphine yg begitu nyata bagiku
ingin selalu kuhirup sepanjang waktu
dan membuatku begitu dimabukan oleh nikmatmu
dan kau adalah,
potongan hatiku yang pernah hilang dirampas oleh waktu.
Pagi memang datang untuk pergi. Tapi ia tak pernah lupa untuk kembali esok hari. Semua cinta, rasa, sedih, tangis, luka dan tawa ini ada sejak kehadirannya. Betapa ia berarti untukku, betapa kehadirannya telah merubah semua rencana hidupku. Terima kasih pagi atas warna-warni yang telah tercipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar