Aku menyebutnya permen sejuta rasa
Kadang dia membuatku merasa sangat bahagia hingga tak terbendung lagi
Tapi kadang dia membuatku menangis dan terluka begitu perih
Aku tak pernah tau mengapa bisa bertahan mencintai dia begitu jauh
Padahal tak sedikitpun cintanya tertuju padaku
Tapi entah sampai kapan,
Entah sampai bagaimana,
dan entah sampai seperti apa dia nanti,
Aku akan tetap mencintai dia seperti sekarang
Walau dia akan memintaku berlalu.
Pagi memang datang untuk pergi. Tapi ia tak pernah lupa untuk kembali esok hari. Semua cinta, rasa, sedih, tangis, luka dan tawa ini ada sejak kehadirannya. Betapa ia berarti untukku, betapa kehadirannya telah merubah semua rencana hidupku. Terima kasih pagi atas warna-warni yang telah tercipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar